LIGA335 – Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) 2025 diperingati setiap tanggal 10 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya kesehatan mental serta mendorong tindakan nyata dalam mendukung kesejahteraan psikologis masyarakat di seluruh dunia.
Tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema “Mental Health in Humanitarian Emergencies” atau Kesehatan Mental dalam Situasi Darurat Kemanusiaan. Fokus kampanye ini adalah pada pentingnya dukungan kesehatan mental dan kebutuhan psikososial bagi masyarakat yang terdampak oleh bencana, konflik, maupun krisis kesehatan masyarakat.
Bencana alam, perang, dan kedaruratan kesehatan sering kali meninggalkan luka batin yang mendalam. Menurut data WHO, satu dari lima orang di wilayah terdampak krisis mengalami kondisi kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, atau trauma.
Kesejahteraan mental bukan hanya tentang menjaga pikiran tetap tenang — tetapi juga dapat menyelamatkan nyawa. Dukungan psikososial membantu individu bertahan, pulih, dan membangun kembali kehidupan mereka, baik sebagai pribadi maupun bagian dari komunitas.
Oleh karena itu, sinergi antar berbagai pihak menjadi sangat penting. Pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, organisasi masyarakat, hingga relawan, perlu bekerja bersama memastikan bahwa semua orang — terutama kelompok paling rentan — mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan mental yang layak.
Mengapa Dukungan Psikososial Sangat Diperlukan
Dalam situasi krisis, tekanan emosional dan gangguan sosial hampir dirasakan oleh semua orang. Banyak yang kehilangan rumah, terpisah dari keluarga, bahkan kehilangan rasa aman di lingkungan sendiri.
Meski tidak semua mengalami gangguan mental berat, hampir semua korban bencana menghadapi tekanan psikologis dan hilangnya ikatan sosial. Dampak ini sering bertahan lama, bahkan setelah kondisi fisik kembali aman. Karena itu, kesinambungan perawatan mental harus menjadi prioritas utama selama dan setelah krisis.
Orang dengan kondisi mental serius tidak boleh dibiarkan tanpa bantuan. Dukungan berkelanjutan dapat membantu mereka menemukan kembali kekuatan dan harapan untuk melanjutkan hidup.
Mari Wujudkan Dunia yang Peduli Kesehatan Mental
Momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025 mengingatkan kita semua bahwa kesehatan mental adalah hak setiap orang. Dengan kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata, kita dapat membangun dunia yang lebih tangguh, penuh empati, dan peduli terhadap kesejahteraan jiwa manusia.
Kesehatan mental yang kuat berarti masyarakat yang kuat. Mari bersama-sama ciptakan dunia di mana kesehatan mental dihargai, dilindungi, dan dapat diakses oleh semua orang — terutama di masa-masa sulit.
Sumber: bolagacor.my.id