Tak Ada Jejak di Darat, Meteor Cirebon Diduga Jatuh di Laut Jawa

Meteor Cirebon

LIGA335 – Warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dikejutkan oleh munculnya cahaya terang disertai suara dentuman keras di langit pada Minggu malam (5/10). Fenomena yang diduga sebagai meteor jatuh ini langsung menghebohkan media sosial dan menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Kepolisian Resor Kota (Polresta Cirebon) segera bergerak cepat menyelidiki laporan warga terkait peristiwa langka tersebut. Kepala Polresta Cirebon Kombes Pol Sumarni menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan petugas ke sejumlah lokasi yang dilaporkan menjadi titik jatuhnya benda langit itu.

“Setelah kami menerima informasi dari masyarakat dan media sosial, kami langsung memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan pengecekan di lapangan,” ujar Kombes Sumarni.

Penyelidikan dilakukan di berbagai kawasan, mulai dari Ciperna hingga Cirebon Timur, termasuk jalur arteri dan tol. Polisi juga berkoordinasi dengan para kepala desa untuk memastikan tidak ada kejadian luar biasa di wilayah tersebut.
Namun hingga kini, belum ditemukan bukti fisik yang menunjukkan adanya meteor jatuh.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan data atau informasi yang menunjukkan adanya meteor jatuh dan sejenisnya. Penyelidikan tetap kami lanjutkan secara menyeluruh,” tambahnya.

Polisi dan BPBD Lakukan Pemeriksaan di Lapangan

Untuk memastikan dampak di permukaan bumi, Polresta Cirebon juga menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon. Mereka menelusuri kemungkinan adanya bekas benturan, kebakaran kecil, atau material asing akibat peristiwa tersebut.

Namun hasil sementara menunjukkan tidak ada laporan masyarakat maupun temuan di lapangan yang mengindikasikan adanya material meteor.

“BPBD dan pihak terkait belum menemukan adanya kejadian tersebut di wilayah Cirebon,” jelas Sumarni.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya, demi menghindari kesalahpahaman publik.

“Kami harap warga menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang,” tegasnya.


BMKG dan BRIN Kumpulkan Data Fenomena Langit

Menanggapi fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati turut melakukan analisis dan pengumpulan data.
Kepala Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, mengatakan suara dentuman bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk sambaran petir, aktivitas seismik, atau longsor.

Namun, berdasarkan hasil pengamatan cuaca, wilayah Cirebon dalam kondisi cerah berawan pada saat kejadian.

“Berdasarkan citra satelit, tidak ada indikasi awan konvektif di sekitar Cirebon saat peristiwa terjadi,” jelas Fuad.

Sementara itu, Profesor Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, memberikan penjelasan ilmiah terkait munculnya bola api terang di langit tersebut. Ia memperkirakan fenomena itu disebabkan oleh jatuhnya meteor besar di Laut Jawa.

Menurut analisisnya, meteor itu melintasi wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35–18.39 WIB, sebelum akhirnya jatuh di kawasan Laut Jawa.

“Suara dentuman besar terjadi akibat proses meteor memasuki atmosfer yang lebih rendah,” terang Thomas.
“Saya menyimpulkan itu adalah meteor berukuran cukup besar yang melintas.”

Sumber: bolagacor.my.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *