Bongkar Kronologi Tabrak Lari 12 Tahun Lalu, Nadya Almira Akhirnya Bicara

Bongkar Kronologi Tabrak Lari 12 Tahun Lalu, Nadya Almira Akhirnya Bicara

LIGA335 – Bintang FTV Nadya Almira akhirnya angkat suara terkait heboh tudingan tabrak lari yang dialamatkan kepadanya, terkait seorang pengendara motor bernama Adnan. Insiden yang terjadi 12 tahun lalu ini kembali ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul pengakuan dari adik korban, Hanny.

Dalam konten YouTube bersama Denny Sumargo, Nadya menceritakan kronologi kejadian 13 Oktober 2013, tepat di hari ulang tahun Adnan, berdasarkan pengalamannya.

“Inget banget sih enggak, tapi aku baru pulang dari syuting dan kondisi capek banget,” ujar Nadya, dikutip Kamis (2/10/2025).

Nadya melanjutkan bahwa ia pulang dari lokasi syuting sekitar pukul 11 malam, bahkan belum sempat ganti baju karena kelelahan. Sementara menurut Hanny, kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.45 dini hari, saat kakaknya dalam perjalanan pulang dari bekerja.

Perjalanan yang Tidak Biasa
Nadya menjelaskan bahwa malam itu ia sempat mampir bertemu teman di daerah tersebut, sehingga pulangnya melalui jalan yang bukan biasanya ia lewati.

“Memang itu bukan jalan pulang aku, aku sempat ketemuan dulu sama teman di situ. Pas mau pulang, karena kondisi udah capek banget, kaget ada motor di depan mobil yang jalannya pelan banget,” jelas Nadya.

Menurut Nadya, motor Adnan tiba-tiba memotong jalannya, sehingga ia yang lelah dan kurang fokus langsung bereaksi.

“Motor itu motong dan jalannya pelan di depan aku. Aku kaget banget, langsung banting setir dan nabrak beton,” ujarnya.

Kecepatan Mobil
Menanggapi pertanyaan Denny Sumargo soal apakah ia sedang ngebut, Nadya menegaskan bahwa kecepatannya normal, sekitar 40 km/jam, jauh dari kata ngebut.

“Enggak sampai 70-80 km/jam, mungkin sekitar 40-an. Itu juga bukan jalan raya besar,” jelasnya.

Kondisi Setelah Kecelakaan
Nadya mengaku langsung kehilangan kesadaran dan baru tersadar saat berada di rumah sakit, sedang menerima jahitan di bibirnya.

“Abis itu aku pingsan, enggak inget apa-apa lagi. Aku enggak tahu gimana caranya dari mobil bisa sampai rumah sakit, udah enggak sadar sama sekali,” tutur Nadya.

Tanggung Jawab dan Perjanjian Damai
Setelah mengetahui ada korban, Nadya berusaha bertanggung jawab dengan membiayai pengobatan Adnan selama satu bulan. Karena keterbatasan biaya, ia meminta bantuan pihak kepolisian untuk menengahi, hingga tercapai kesepakatan resmi.

Melalui surat perjanjian yang ditandatangani di hadapan polisi, pihak Nadya menyerahkan Rp 40 juta, sehingga total biaya yang diberikan hingga saat itu mencapai sekitar Rp 185 juta.

Kisah ini membuktikan bahwa kejadian yang sempat tertunda penyelesaiannya tetap ditangani dengan tanggung jawab, meski baru dibicarakan kembali setelah belasan tahun.

Sumber: bolagacor.my.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *